Terima kasih ayah. Kau telah mengajarkan ku untuk bersyukur dan berusaha.
Ya bersyukur dengan apa yang telah diajarkan, bukan bersyukur dengan apa yang telah dimiliki.
Karna apa yang diajarkan akan selalu menjadi pengalaman hidup, menjadi tolak ukur cara untuk menyikapi segala macam rintangan yang dilalui.
Terkadang selalu datang pemikiran "kenapa tidak dilahirkan oleh keluarga yang lain? Keluarga yang memiliki segalanya dalam bentuk ekonomi. Keluarga yang memiliki 2 orang tua lengkap".
Tapi aku bersyukur keluarga ini mengajarkan aku bagaimana menjalani hidup. Bagaimana cara untuk selalu berusaha mengejar tujuan hidup. Yang selalu mengajarkan bagaimana melihat manusia yang bisa dijadikan sahabat.
Aku tidak pernah bersyukur dengan apa yang aku miliki, bukan karna sombong, tapi bersyukur dengan apa yang dimiliki sama saja hanya pasrah dengan apa yang dimiliki. Itu artinya kau tidak akan pernah berusaha untuk mengejar tujuanmu.
Terima kasih ayah, aku selalu berfikiran seperti anak kandung yang ditirikan. Aku tau itu bukan salahmu.Tapi aku tau kau berbuat seperti itu karna kau ingin menempah mental ini. Ya seperti yang dikatakan sahabatku ayah, didalam keluarga ada anak yang dijadikan "aset mental". Aku yakin kau memilihku untuk dijadikan "aset mental" mu.
Terima kasih karna mental ini aku selalu berusaha untuk bangkit ketika terpuruk, ketika mereka melihatku dengan sebelah mata, bahkan ketika dunia ini seperti enggan untuk menerima ku disetiap sudutnya.
Terima kasih ayah.
Terima kasih........
Minggu, 12 Juni 2016
Ikhlas yang sesungguhnya...
Apa itu "ikhlas yang sesungguhnya"??
Berawal dari cerita 3 manusia santai dengan berjuta pengalaman hidup yang berbeda situasi namun satu kondisi.
Situasi dimana harus "mengikhlaskan" orang yang benar benar disayang, yang benar benar dicintai, yang benar benar sangat berarti dalam perjalanan hidup.
Mengikhlaskan itu sulit, sakit, perlu proses yang sedemikian rumit.
Bahkan proses ikhlas yang sesungguhnya itu harus melewati fase dimana kita kehilangan jiwa atau banyak orang menyebutnya "gila".
Ya melewati fase dimana selalu muncul kata kata asing, penglihatan asing, serta pemikiran asing mengenai lingkungan sekitar.
Bagaimana melewati fase tersebut agar tidak mengarah masuk ke jalur gelap?
Sampai sekarang cara melewati fase itu tidak ada yang bisa mendeskripsikan ataupun menjelaskan secara teori. Ya karna cara melewatinya hanya jiwa itu sendiri yang mengetahuinya. Bahkan bisa dibilang jiwa melakukan secara refleks.
Berawal dari cerita 3 manusia santai dengan berjuta pengalaman hidup yang berbeda situasi namun satu kondisi.
Situasi dimana harus "mengikhlaskan" orang yang benar benar disayang, yang benar benar dicintai, yang benar benar sangat berarti dalam perjalanan hidup.
Mengikhlaskan itu sulit, sakit, perlu proses yang sedemikian rumit.
Bahkan proses ikhlas yang sesungguhnya itu harus melewati fase dimana kita kehilangan jiwa atau banyak orang menyebutnya "gila".
Ya melewati fase dimana selalu muncul kata kata asing, penglihatan asing, serta pemikiran asing mengenai lingkungan sekitar.
Bagaimana melewati fase tersebut agar tidak mengarah masuk ke jalur gelap?
Sampai sekarang cara melewati fase itu tidak ada yang bisa mendeskripsikan ataupun menjelaskan secara teori. Ya karna cara melewatinya hanya jiwa itu sendiri yang mengetahuinya. Bahkan bisa dibilang jiwa melakukan secara refleks.
Pasrah atau berserah diri...
Memilih pasrah atau berserah diri???
Pasrah tanpa melakukan apa apa dan berdiam diri atau berserah diri menerima kenyataan atau yang sudah dimiliki apa adanya. 2 kata yang menurutku sama buruknya. Ya buruk kalau harus memilih 2 kata itu.
Pilihan itu kan selalu ada. Kita bisa memilih diluar 2 kata tersebut. Apa gunanya diciptakan "usaha"?
Usaha untuk terus berjuang, usaha untuk terus melalukan sesuatu walaupun berakhir sia-sia dan tak ada maknanya.
Pasrah tanpa melakukan apa apa dan berdiam diri atau berserah diri menerima kenyataan atau yang sudah dimiliki apa adanya. 2 kata yang menurutku sama buruknya. Ya buruk kalau harus memilih 2 kata itu.
Pilihan itu kan selalu ada. Kita bisa memilih diluar 2 kata tersebut. Apa gunanya diciptakan "usaha"?
Usaha untuk terus berjuang, usaha untuk terus melalukan sesuatu walaupun berakhir sia-sia dan tak ada maknanya.
Langganan:
Postingan (Atom)